Senin, 15 Juli 2013

UMRAH MURAH 2014

Umrah Murah 2014


Bismillah. Kami persembahkan kepada calon jamaah UMROH MURAH Alfatih, jadwal dan harga paket perjalanan ibadah Umroh yang kami selenggarakan pada tahun 2014. Kami berusaha untuk tetap memberikan pelayan yang terbaik kepada seluruh jamaah UMRAH MURAH Alfatih. Alhamdulillah kami telah membuktikan dengan membantu ratusan jamaah umroh untuk bisa beribadah ke tanah suci dengan harga yang murah, tetapi Alhamdulillah, dengan pertolongan Allah semata kami bisa memberikan pelayanan yang sama dengan umroh yang berharga mahal diluar sana.

Silahkan pelajari jadwal kami, semoga Allah memberikan kelancaran dan barokah kepada rencana dan niat baik kita semua, aamiin....





Tahap – tahap Pembayaran :
•  Tanggal pembayaran uang muka sebesar Rp 3,000,000,- (tiga juta rupiah) dijadikan sebagai acuan bulan pemberangkatan. Uang muka akan dipergunakan untuk booking ticket pesawat Jakarta-Jeddah PP.
•  Maksimal 45 ( empat puluh lima ) hari sebelum keberangkatan, jamaah harus menyetorkan pembayaran tahap ke dua sebesar Rp 8,000,000,- ( delapan juta rupiah) untuk dipergunakan pelunasan/issued tiket Jakarta-Jeddah PP dan pengurusan visa umroh.
•Maksimal 30 (tiga puluh) hari sebelum keberangkatan, jamaah harus sudah melunasi kekurangan pembayaran sesuai harga paket umrah.
Harga diatas adalah untuk perjalanan umroh selama 9 hari dengan rincian 3 malam di Madinah dan 4 malam di Makkah. Penginapan hotel untuk 1 kamar dipakai untuk 4 orang. Hotel yang digunakan bintang 3 (tiga) dengan jarak ke Masjidil Haram di makkah +/- 350 meter dan untuk hotel Madinah jarak dengan Masjid Nabawi +/- 150 meter.
Apabila Anda menginginkan umroh murah 2013 dengan upgrade hotel berupa upgrade kapasitas kamar dapat menghubungi kami langsung untuk dapat kami jelaskan biaya tambahan yang diberikan.

Biaya diatas sudah termasuk :
  1. Tiket pesawat udara kelas ekonomi Jakarta-Jeddah-Jakarta
  2. Pengurusan Visa Umroh
  3. Akomodasi (hotel sesuai paket)
  4. Makan 3x sehari, masakan Indonesia
  5. Transportasi Bus AC
  6. Ziarah seputar kota Makkah dan Madinah
  7. Muthawwif / Guide yang berpengalaman
  8. Perlengkapan Umrah (Pakaian Ihram, Kain batik untuk seragam dan tas paspor)
  9. Air zam-zam 10 liter per jamaah
Sedangkan biaya yang tidak termasuk dalam harga paket ini adalah:
  • Airport Tax dan Airport Handling Jakarta sebesar Rp. 650.000,-
  • Pembuatan Paspor (Rp 280.000,-) dan surat-surat lain yang diperlukan seperti kartu kuning atau buku kesehatan vaksin meningitis ( Rp 250.000,-) dokumen ini dapat dibuat sendiri atau dengan bantuan kami
  • Tiket penerbangan domestic bagi jamaah yang berangkat dari luar kota Jakarta PP (biasanya untuk Semarang, Jogja, Solo atau Surabaya ticket connecting ke Jakarta Pulang Pergi +/- Rp 1.200.000,-)
  • Biaya Surat Mahram Rp.250.000,- bagi wanita yang berangkat sendiri tanpa Mahram (wanita yang berusia 45 tahun ke atas tidak dikenakan biaya)
  • Tour/ Acara tambahan di luar program (biasanya tambahan umroh dengan niat umroh dari Tan’im sebesar 10 real per jamaah atau Rp 50.000,-)
  • Kelebihan Bagasi yang telah ditetapkan Airlines (max 20 kg)
  • Pengeluaran pribadi seperti ; Extra bill, telepon, laundry, room service dll
Travel Umroh Alfatih sudah terbukti selama bertahun-tahun eksis dengan layanan umroh murah dan haji plusnya terpercaya melayani ribuan jamaah umroh dan haji plus selama bertahun-tahun. Kami fokus pada biaya umroh murah karena tujuan kami adalah memudahkan masyarakat Semarang, Demak, Kendal, Pati, Kudus, Pekalongan dan kota-kota lainnya di propinsi Jawa Tengah dalam melakukan ibadah ke tanah suci.

Info lebih lanjut hubungi Biro Travel Umroh Alfatih :
Perum Permata Batursari Blok L 7 No 37
Mranggen Demak Jawa Tengah Indonesia
Telpoon : ( 024 ) 76580755
HP : 08123592407, 081901086616
Pin BB : 26956EF8

Rabu, 03 Juli 2013

BERHAJI / UMROH DARI HASIL BERHUTANG, BAGAIMANA HUKUMNYA ?

Berhaji / Umroh dari hasil berhutang, bagaimana hukumnya ?


Kerinduan Anda kepada Ka’bah menjadikan banyak orang memutar otak dan mencari berbagai terobosan guna mewujudkannya. Dan diantara terobosan yang sekarang banyak ditawarkan ialah dengan mengikuti program dana talangan haji / umroh. Bagi banyak kalangan, program ini terasa bak hembusan angin surga yang mengobati kerinduan hatinya. Akibatnya, banyak dari mereka terbuai dan langsung menerimanya tanpa berpikir lebih dalam tentang hukum dan resikonya.

Andai mereka sedikit meluangkan waktu dan pikiranya guna menimbang-nimbang program ini, nisacaya mereka mewaspadainya, program-program semacam ini, walau pada awalnya terasa empuk, namun pada akhirnya terasa berat dan menyusahkan. Terlebih-lebih bila program dana talangan haji / umroh ditinjau dari hukum syar’inya.

 

1. Larangan Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam

لاَ يَحِلُّ سَلَفٌ وَبَيْعٌ

“Tidak halal menggabungkan antara piutang dengan akad jual-beli” [HR Abu Dawud hadits no. 3506 dan At-Tirmidzy hadits no. 1234]

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata :”Pada hadits ini Nabi Shallallahu alaihi wa sallam melarang penggabungan antara piutang dengan jual beli. Dengan demikian bila Anda menggabungkan antara akad piutang dengan akad sewa-menyewa berarti Anda telah menggabungkan antara akad piutang dengan akad jual-beli atau akad yang serupa dengannya. Dengan demikian, setiap akad sosial semisal hibah pinjam-meminjam, hibah buah-buahan yang masih di atas pohonnya, diskon pada akan penggarapan ladang atau sawah, dan lainnya semakna dengan akad hutang piutang, yaitu tidak boleh digabungkan dengan akad jual-beli dan sewa-menyewa” [Majmu Fatawa Ibnu Taimiyyah 29/62]

2. Riba Terselubung
Secara lahir kreditur tidak memungut tambahan atau riba atau bunga dari piutangnya, namun secara tidak langsung ia telah mendapatkannya, yaitu dari uang sewa yang ia pungut. Anda pasti menyadari bahwa sewa menyewa (jual jasa pengurusan administrasi haji) yang dilakukan oleh lembaga keuangan terkait langsung dengan akad hutang piutang. Biasanya, yang telah memiliki dana sendiri untuk biaya hajinya, tidak akan menggunakan layanan “dana talangan haji” ini. Dengan demikian, adanya talangan dana haji / umroh ini, menjadikan lembaga keuangan terkait dapat memasarkan jasanya dan pasti mendapatkan keuntungan dari jual-beli jasa tersebut.

3. Memberatkan Masyarakat
Sistem setoran haji / umroh yang diterapkan yang dapat dilakukan kapan saja, telah mendatangkan masalah besar. Masyarakat berlomba-lomba untuk melakukan pembayaran secepat mungkin, guna mendapatkan kepastian jadwal keberangkatan. Akibatnya , banyak dari mereka yang sejatinya belum mampu menempuh segala macam cara, karena khawatir kelak harus menanti lama. Banyak dari mereka yang memaksakan diri dengan cara menggunakan sistem dana talangan haji / umroh atau yang semisal.

Adanya praktek memaksakan diri ini tidak diragukan membebani masyarakat. Terlebih-lebih menjadikan agama Islam yang pada awalnya terasa mudah, sekarang menjadi terasa sulit nan berat. Untuk dapat berhaji harus menanti sekian lama, dan selama penantian banyak dari mereka yang harus tersiksa dengan cicilan piutang. Bahkan sepulang menunaikan ibadah haji / umrohpun, sering kali masih menanggung beban cicilan biaya perjalan haji / umrohnya.

Sudah barang tentu melaksanakan ibadah dengan cara memaksakan diri semacam ini tentu tidak selaras dengan syariat Islam.

يَاأَيُّهَاالنَّاسُ عَلَيْكُمْ مِنَالأَعْمَالِ مَاتُطِيْقُوْنَ فَإِنَّ اللَّهَ لاَيَمُلُّ حَتَّى تَمُلُّواوَإِنَّ أَحَبَّ اْلأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ مَادُوْوِمَ عَلَيْهِ وَإِنْ قَلَّ

“Wahai umat manusia, hendaknya kalian mengerjakan amalan yang kuasa kalian kerjakan, karena sejatinya Allah tidak pernah merasa bosan (diibadahi) walaupun kalian sudah merasakannya. Dan sesungguhnya amalan yang paling dicintai Allah ialah amalan yang dilakukan secara terus menerus, walaupun hanya sedikit” [HR Bukhari hadits no. 1100 dan Muslim hadits no. 785]

Dalam riwayat lain, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyampaikan pesan ini ketika mendengar cerita bahwa Khaula’ binti Tuwait senantiasa shalat malam dan tidak pernah tidur.

Dan dalam urusan haji Allah Ta’ala berfirman.

وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا

“Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah” [Ali-Imran : 97]

Semoga paparan singkat ini menjadi pelajaran bagi Anda untuk semakin bertambah yakin bahwa Islam adalah agama yang mudah dan tidak rela bila umatnya sengsara atau ditimpa kesusahan. Dengan demikian Anda dapat bersikap proposional dan terhindar dari hal-hal yang kurang selaras dengan syariat Islam, walau sekilas terasa empuk.

Wallahu a‘lam bish shawab.



Info lebih lanjut hubungi Biro Travel Umroh Alfatih :
Perum Permata Batursari Blok L 7 No 37
Mranggen Demak Jawa Tengah Indonesia
Telp : (024) 76580755,
HP : 08123592407, 081901086616
Pin BB : 26956EF8